Tampilkan postingan dengan label SITI ROHANI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SITI ROHANI. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Januari 2015

CONTROL DALAM MANAJEMEN

CONTROL DALAM MANAJEMEN
Pembahasan pertama dalam control  manajemen adalah mengenai definisi dari cortrol manajemen, disini ada beberapa pemaparan dari para Ahli diataranya adalah sebagai berikut :
ü  Menurut Hendri Fayol, Pengendalian suatu usaha terdiri dari melihat segala sesuatu yang sedang dilakukan sesuai dengan rencana yang telah diadopsi, perintah yang telah diberikan, dan prinsip-prinsip yang telah ditetapkan. Objek adalah untuk menunjukkan kesalahan agar mereka dapat diperbaiki dan dicegah berulang.
ü  Menurut Pelanggaran EFL, Pengendalian juga memeriksa kinerja saat ini terhadap yang telah ditentukan standar yang terdapat dalam rencana, dengan tujuan untuk memastikan kemajuan yang memadai dan kinerja yang memuaskan.
ü  Robert J. Mockler menyajikan definisi yang lebih komprehensif kontrol manajerial:  Kontrol manajemen dapat didefinisikan sebagai upaya sistematis oleh manajemen bisnis untuk membandingkan kinerja dengan standar yang telah ditentukan, rencana, atau tujuan untuk menentukan apakah kinerja ini sejalan dengan standar-standar ini dan mungkin untuk mengambil tindakan perbaikan yang diperlukan untuk melihat bahwa manusia dan sumber daya perusahaan lainnya yang digunakan dengan cara yang paling efektif dan efisien dalam mencapai tujuan perusahaan.
Lalu apa sajakah karakteristik control dalam manajemen itu?
v  Kontrol adalah proses yang berkesinambungan
v  Pengendalian adalah proses manajemen
v  Pengendalian juga tertanam dalam setiap tingkat hirarki organisasi
v  Pengendalian juga melihat ke depan
v  Pengendalian juga terkait erat dengan perencanaan
v  Kontrol adalah alat untuk mencapai kegiatan organisasi
v  Kontrol adalah proses akhir
Ulasan selanjutnya adalah mengenai tipe-tipe pengawasan dalam control manajeman yang meliputi 3 hal yaitu:
1.      Pengawasan pendahuluan(feedforward control)/steering controls, dirancang untuk mengantisipasi masalah-masalah atau penyimpangan-penyimpangan dari standar atau tujuan dan memungkinkan koreksi dibuat sebelum suatu tahap kegiatan tertentu diselesaikan.
2.      Pengawasan concurrent(concurrent control) yaitu pengawasan yang dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan kegiatan.
3.      Pengawasan umpan balik(feedback control)/past-action controls, mengukur hasil-hasil dari suatu kegiatan yang sudah diselesaikan.
Tahap-tahap dalam proses pengawasan control manajemen meliputi:
v  Penetapan standar  adalah suatu satuan pengukuran yang dapat  digunakan sebagai patokan untuk penilaian hasil-hasil.
            Tiga bentuk standar yang umum:
o   Standar-standar fisik.
o   Standar-standar monoter.
o   Standar-standar waktu.
v  Penentuan pengukuran pelaksanaan kegiatan adalah menentukan pengukuran pelaksanaan kegiatan secara tepat.
    Faktor-faktor Perlunya Pengawasan Dalam Organisasi
o   Perubahan lingkungan organisasi.
o   Peningkatan kompleksitas organisasi.
o   Kesalahan-kesalahan.
Ada juga tipe metode pengawasan dalam control manajemen
Metode Pengawasan Kuantitatif, cenderung untuk menggunakan data khusus dan metode-metode kuantitatif untuk mengukur dan memeriksa kuantitas dan kualitas barang (output). Metode kuantitatif terdiri dari:
*      Anggaran (budget)
*      Audit
*      Analisa break-even
*      Analisa rasio
*      Bagan dan teknik yang berhubungan dengan waktu pelaksanaan kegiatan
Metode Pengawasan Non-kuantitatif adalah metode pengawasan yang digunakan manajer dalam pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen. Pengawasan ini dilakukan secara menyeluruh (over all) “performence” organisasi. Dan sebagian besar mengawasi sikap dan performance karyawan. Teknik-teknik yang dilakukan antara lain:
*      Pengamatan
*      Inspeksi teratur dan langsung
*      Pelaporan lisan dan tertulis
*      Evaluasi pelaksanaan
*      Diskusi antara manajer dan bawahan tentang pelaksanaan suatu kegiatan
Sumber : sem96.files.wordpress.com/2012/05/manajemen-kontrol2.pptx


Rabu, 12 November 2014

Psikologi Managemen (Pengorganisasian/Organizing)

UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS PSIKOLOGI


 MATA KULIAH : PSIKOLOGI MANAJEMEN
PENGORGANISASIAN (ORGANIZING)

Disusun Oleh:
Nama: Siti Rohani
NPM : 17512085
Kelas: 2PA08




DEPOK
2014



KATA PENGANTAR


Assalamuallaikum Wr.Wb
Puji syukur penulis panjatkan kepada Alloh SWT atas segala berkat dan rahmatNya yang luar biasa dahsyat kepada penulis, sehingga dapat menyelesaikan paper psikologi manajemen dengan judul “Pengorganisasian (organizing)” dengan baik dan sesuai dengan waktu yang telah di tentukan. Tidak lupa saya ucapkan terimakasih  kepada ibu dosen dan seluruh teman – teman yang telah membantu dalam menyelesaikan paper ini.
Besar harapan semoga paper ini bisa bermanfaat bagi semua pembacanya. Dan saya juga berharap agar pembaca berkenan memberikan kritik beserta sarannya guna perbaikan paper kami selanjudnya.
Akhir kata apabila ada yang kurang berkenan saya mohon maaf yang sebesar – besarnya.
Wassalamuallaikum Wr. Wb








Depok, November 2014








BAB 1
PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang
Dalam sebuah  manajemen  perusahaan pengorganisasian sangat di perlukan untuk kemajuan perusahaan. Maju dan berkembangnya perusahaan sangat di pengaruhi oleh  pengorganisasian yang tersistem dengan baik. Sistem pengorganisasian yang baik harus dibuat agar semua pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu.
B.     Rumusan Masalah
Dari  latar belakang diatas terdapatbeberapa poin yang dapat di jadikan sebagai rumusan masalah:
1.      Apakah yang di maksud dengan pengorganisasian?
2.      Apakah prinsip – prinsip dasar dari organizing?

C.     Tujuan Penulisan
Melalui penulisan ini  semoga kita lebih bisa mengetahui apa itu pengorganisasian,  seberapa pentingnya manajemen pengorganisasian dalam suatu perusahaan serta bagaimana cara kerja dari pengorganisasian.














BAB II
PEMBAHASAN
A.     Pengorganisasian
Banyak sekali definisi dari pengorganisasian (organizing) menurut para ahli, salah satunya adalah menurut Williams Chuck, yang mendefinisikan pengorganisasian ialah Deciding where decision will be made, who will do that jobs and task, and who will work for whom yang artinya memutuskan dimana keputusan akan dibuat, siapa yang akan  melakukan pekerjaan dan tugas itu,  dan siapa yang  akan bekerja serta untuk siapa pekerjaan itu dilakukan.
Dari pengertian ahli tersebut jadi pengorganisasian merupakan pengaturan yang dilakukan oleh manajemen perusahaan agar perencanaan target perusahaan dapat terselesaikan sesuai dengan waktu yang telah di tentukan sehingga dapatmemnghemat waktu untuki mengerjakan target pekerjaan yang berikutnya. Dari pengorganisasian tersebut penataan kinerja karyawan juga akan lebih tersistem.
Dari pengertian tersebut dapat diambil bahwa fungsi dari pengorganisasian manajemen lebih pada pembagian tugas, untuk lebih mempermudah atasan dalam melakukan pengawasan serta menetukan karyawan yang tepat untuk dipilih dalam melaksanakan pekerjaan.
Dalam pengorganisasian juga harus ditentukan beberapa hal diantaranya :
Ø  Siapa yang pantas untuk mengerjakan
Ø  Bagaimana pengelompokan dari tugas dalam pekerjaan tersebut
Ø  Siapa yang akan ditunjuk sebagai penenggung jawab atas pekerjaan tersebut
Ø  Tingkat dalam pengambilan kepitusan

B.     Prinsip – Prinsip dari Organizing
1.      Seseorang harus memiliki kompetensi, kemampuan serta kemauan untuk dipilih dalam melaksanakan tugas dalam pekerjaan
2.      Berkarakter, seseorang yang dipilih harusnya memiliki sikap serta kepribadian yang sehaarusnya dimiliki dalam pekerjaan
3.      Bertalenta, seseorang yang dipilih adalah yang memiliki bakat dan potensi sesuai dengan yang dibutuhkan
4.      Komitmen kuat, memiliki loyalitas dalam bekerja sesuai dengan tugas dalam pekerjaannya
Dalam organizing pembagian kerja merupakan hal yang sangat perlu banyak pertimbangan karena orang yang ditunjuk adalah orang yang harus mampu bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas yang di berikan.




BAB III
PENUTUP
A.     Kesimpulan
Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa pengorganisasian sangat penting dalam perusahaan. Dimana dapat diambil garis besarnya bahwa fungsi dari pengorganisasian merupakan fungsi dari manajemen yang meiliki hubungan dengan pembagian tugas. Pengorganisasian juga sangat mempermudah atasan dalam melakukan pengawasan terhadap kinerja dari karyawan.
Banyak hal dapat dilakukan dalam pengorganisasian dimana setiiap perusahaan memiliki kebijakan yang berbeda dalam pengorganisasian.  Adapun pengorganisasian dapat disusun dengan cara menentukan tugas dari masing masing pekerja, mengelompokan tugas bagi pekerja, menentukan penanggung jjawab atas pekerjaan, menentukan tingkatan -  tingkatan keputusan  yang akan diambil saat terjadi masalah dalam kinerja karyawan, serta bagaaimana langkah – langkah dalam mengambil keputusan.
B.     Saran
Perusahaan akan berdiri kuat dan terus  berkembang apabila perusahaan tersebut memiliki  pengorganisasian manajemen yang tersruktur dengan baik. Setiap perusahaan juga harus banyak mempertimbangkan hal – hal yang akan berpengaruh pada perusahaan serta karyawan dalam menentukan sistem pengorganisasian perusahaan. Setiap perusahaan juga harus mempertimbangkan aspek aspek dalam menentukan pengorganisasian yang setiap perusahaan pasti berbeda.


REFERENSI
http: //www.scribd.com/doc/.../fungsi-pengorganisasian / diakses pada tanggal 31 Oktober 2010
http://www.google.com/organisasi.org/fungsi_manajemen_perencanaan_pengorganisasian_pengarahan_pengendalian_belajar_di_internet/ diakses pada tanggal 31 Oktober 2010





Selasa, 28 Oktober 2014

Review Jurnal Stres Kerja Ditinjau Dari Shift Kerja Pada Karyawan (fenomena stress di tempat kerja yang merupakan permasalahan manajemen di dunia bisnis)

Review Jurnal Stres Kerja Ditinjau Dari Shift Kerja Pada Karyawan

Judul
Stres Kerja Ditinjau Dari Shift Kerja Pada Karyawan
Volume & Halaman
Vol.02, Hal. 130-143
Tahun
2014
Penulis
Venny Marchelia
Reviewer
Siti Rohani (17512085)
Tanggal
29/10/2014

Tujuan Penelitian
Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk memperoleh pemahaman yang lebih baih mengenai fenomena stress di tempat kerja yang merupakan permasalahan manajemen di dunia bisnis sekarang ini, (untuk mengetahui perbedaan stress kerja ditinjau dari shift kerja pada karyawan bagian produksi PT.UNISEM Batam.)
Subjek Penelitian
Subjek penelitian ini adalah karyawan bagian produksi PT. UNISEM Batam yang berjumlah 300 orang. Dengan 50% sampeldari jumlah populasi yaitu sekitar 150 orang. Dimana ini sesuai dengan Arikunto (1987) yang menganjurkan apabila subjek kurang dari 100 akan lebih baik diambil semua apabila jumlah subjek banyak dapat diambil 10-15% atau 20-25% atau 50%.
Metode Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Dengan tujuan membuat deskripsi, gambaran, atau lukisan secara sistematis dan akurat mengenai fenomena yang diselidiki.
Definisi Operasional Variabel
Variabel terikat yang digunakan dalam penelitian ini adalah stress kerja.
Variabel bebas dalam penelitian ini adalah shift kerja.
Cara & Alat Mengukur Variabel
Cara dan alat yang digunakan untuk mengukur variabel yaitu dengan menggunakan skala stress likert yang merupakan alat pengukur sikap, skala ini berisi pernyataan sikap. Dimana isinya adalah pernyataan mendukung dan pernyaataan tidaki mendukung.
·    
Langkah-langkah Penelitian
Langkah-langkah yang digunakan dalam proses penelitian ini adalah:
1.      Peneliti menyebarkan skala sejumlah 150. Penelitian dilakukan selama 2 hari yaitu tanggal 20-21 mei 2013. Adapun skala yang terkumpul kembali sebanyak 121 skala. Setelah itu dilakukan proses perhitungan uji validasi dan reabilitas skala stres kerja
Hasil Penelitian
Secara keseluruhan, hasil penelitian dapat diketahui bahwa karyawan di bagian produksi ini memiliki memiliki perbedaan stress kerja yang sangat signifikan antara pekerja di shift malam dan shift siang. Dimana stress kerja shift malam lebih tinggi sebesar 71.25%  sedangkan stress terendah pada shift siang 60,72%.
Kekuatan Penelitian
Kekuatan penelitian ini adalah alat yang digunakan dalam penelitian berupa skala stress cukup mudah digunakan oleh subjek penelitian sehingga dalam pengambilan datanya tidak dibutuhkan waktu yang lama seperti pada metode kualitatif.
Kelemahan Penelitian
Tidak adanya perusahaan pembnding yang untuk lebih  membuktikan bahwa bahwa penelitian ini hamper terjadi di semua perusahaan yang bersistem shift pagi, siang dan malam.
Akan tetapi penelitian ini sudah sangat membatu dan bermanfaat.

Reverensi : Stres Kerja Ditinjau Dari Shift Kerja Pada Karyawan
                      Venny Marchelia

                      Jurnal Psikologi

Rabu, 08 Oktober 2014

Gambaran Bisnis

Sanggar Batik Magetan
Batik merupakan salah satu aset dan warisan yang dimiliki oleh Negara ini, oleh karena itu sudah selayaknya untuk kita lestaarikan serta terus  dikembangkan sehingga warisan ini akan terus bertahan dan mampu untuk terus diterima oleh masyarakat meskipun dibarengi dengan perkembangan zaman.
Ini merupakan gambaran dari bisnis batik sederhana,,,

Seperti  apa konsep dari sanggar batik magetan?
Sanggar batik yang akan dibuat tidak hanya menjual kain atau baju batik melainnkan juga akan menjual asesoris serta bermacam macam oleh – oleh yang bermotif batik. Apadapun konsep bangunan sanggarnya adalah seperti rumah adat jawa timur, ini juga sebagai upaya pelestarian bangunan adat, dan juga agar pera pembeli akan lebih tertarik atau dengan kata lain ini juga sebagai salah satu cara untuk menarik pembali. Didalam sanggar itu sendiri selain menjual berbagai macam kerajianan batik juga sebagai tempat untuk belajar membantik, dan untuk mebuat mereka terhibur dan nyaman juga akan ada hiburan kesenian gamelan yang akan mengiringi wisata belanjaa batik mereka, dan lebih memperkuat konsep jawa yang ddiaambil.
Siapa yang sasaran pembelinya?
Adapun sasaran yang dituju sebagai pembeli adalah para wisata yang datang ke Magetan, khususnya para wisatawan yang datang untuk melihat keindahan wisata alam dari Kabupaten Magetan, karena kemungkinan mereka akan lebih tertarik untuk membeli sebagai kenang- kenangan atau sekedar untuk oleh – oleh.
Kapan waktu yang akan menjanjikan hasil yang lebih?
Hari libur merupakan hari yang paling menjanjikan untuk mengejar penghasilan lebih, kenapa? Karena pada hari libur wisatawan yang datang ke Kabupaten magetan menunjukan peningkatan dabanding haei biasa, namun di hari biasa pun sebenarnya pengungjung juga tidak sedikit.
Waktu buka sanggar, dimulai dari jam 7 semua karyawan sudah siap, dan ditutup pukul 8 malam, karena pada umumnya jam 7 para wisatawan sudah mulai berdatangan untuk menikmati udara pagi pegunungan, nah itu akan lebih menarik saat mereka menikmati udara pagi sambil membatik, atau mencari oleh – oleh sembari mendengarkan gamelan. Sampai jam 8 malam dengan alasan kemungkinan para wisatawan masih berdatangan sampai sekitar jam setengah 8 kecuali di hari libur panjang, atau hari sakral, maupun tahun baru yang mungkin bisa lebih dari jam 8.

Dimana tempat strategis untuk bisnis ini?
Di sekitar tempat wisata di sarangan yang merupakan penyumbang wisatawan terbanyak di Kabupaten Magetan.
Mengapa harus batik?
Seperti yang dipaparkan tadi batik merupakan usaha yang menjanjikaan, dan sebagai perwujutan pelestarian peninggakan budaya.
Bagaimana bisnis ini kedepannya?
Bisnis ini akan sangat berkembang, seiring semakin banyaknya isatawan yang datang ke Magetan, dan semakin banyaknya masyarakat yang mulai tertarik menggunakan batik.

Senin, 29 September 2014

Media Nusantara Citra ( MNC )

MNC ( Media Nusantara Citra )
Pemaparan
PT Media Nusantara Citra Tbk ( MNC ) merupakan sebuah perusahaan yang memiliki bisnis serta kepemilikan pengoperasian 3 dari 10 TV Free – To – Air Indonesia, yaitu RCTI, MNCTV dan GlobalTV. Selain itu MNC juga memproduksi 18 chanel  yang disiarkan di TV berlangganan. Yang luar biasa dari MNC adalah mereka memiliki bisnis pendukung seperti radio, media cetak, talent management, serta rumah produksi.
Sebuah perusahaan yang didirikan pada 17 Juni 1997 ini merupakan perusahaan public, dimana sahamnya telah tercatat dalam  Bursa Efek Indonesia terhitung mulai tanggal 22 Juni 2007. Menjadi sebuah grup media yang terintegrasi yang berfokus pada penyiaran televise dan konten yang memiliki kualitas yang tepat sesuai dengan kebutuhan pasar merupakan visi dari MNC. Lalu apa misi nya? Misinya adalah selalu memberikan hiburan keluarga yang terlengkap serta terus menjadi sumberya  berita  dan informasi terpercaya di Indoesia. Adapun visi daan misi itu sesuai dengan dasar anggaran perseroan, dimana maksud dan tujuan perseroan itu sendiri adalah berusaha dalam bidang : perdagangan umum, pembangunan, perindustrian, pertanian, percetkann multimedia yang melalui perangkat satelit dan perangkat komunikasi lainnya, baik jasa maupun investasi.

Prestasi yang diperoleh oleh Media Nusantara Citra pada tahun 2012
ü  Mendistribusikan dividen sebesar Rp35 per saham dengan nilai total Rp488,16 miliar.
ü  MNC International Ltd. mengalihkan seluruh investasinya di Linktone kepada Global Mediacom International Ltd.
ü  Menandatangani perjanjian kredit dan jaminan fidusia dengan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat & Banten, Tbk. (Bank BJB) sebesar Rp300 miliar untuk tujuan investasi.
ü  Berasil meluncurkan MNC Comedy, MNC Drama, MNC Infotainment, MNC Movie, MNC Fashion, dan Golf Channel di Indovision.
ü  Diperluasnya jaringan Sindo Trijaya Networks ke Jambi, Ternate, Melawi, Kalimantan Barat dan Bau Bau, Sulawesi Tenggara.
ü  Berubahnya nnama SINDO FM menjadi SINDO TRIJAYA FM.
ü  Keberhasilan Linktone  mengakuisisi Okezone.com

Group President & CEO
Hary Tanoesoedibjo warga negara Indonesia, lahir di Surabaya tahun 1965. Beliau telah menjabat sebagai Direktur Utama MNC sejak tanggal 25 Maret 2004. Saat ini beliau juga menjabat sebagai Direktur Utama PT Global Mediacom Tbk (sejak tahun 2002), Pendiri dan Direktur Utama PT MNC Investama Tbk (1989-2002 dan 2009-sekarang), Direktur Utama RCTI (2003-2008 dan 2010-sekarang) dan Komisaris Utama PT MNC Sky Vision Tbk (sejak tahun 2006). Beliau memiliki hubungan keluarga dengan Komisaris MNC, B. Rudijanto Tanoesoedibjo.
Melalui MNC Group, beliau berhasil membuat MCOM dan MNC menjadi perusahaan media terdepan di Indonesia, selain itu semua yang luar biasa lainnya adalah beliau juga turun langsung dalam mengembangkan dan mengawasi semua strategi perusahaan holding dan semua anak perusahaan yang beliau miliki. Sebagai pemegang gelar Bachelor of Commerce (Honours) dari Carleton University, Kanada (1988) serta Master of Business Administration dari Ottawa University, Kanada (1989).  Hary Tanoesoedibjo juga mengajar program pasca sarjana di beberapa universitas di bidang corporate finance, investasi dan strategi manajemen banyak hal yang luar biasa membanggakan telah ditunjukan oleh seorang Hary Tanoesoedibjo yang sangat pantas untuk kita ambil pelajarannya.


Sumber

http://www.mnc.co.id/bod/id#content

Jumat, 25 April 2014

Stress,,,, :(

Pokok Pembahasan :

  • . Pengertian stress
  •  Jenis - Jenis Coping Stress

Pengertian Stress


Di zaman saat ini sudah sering kali kita mendengar kata stress, bahkan sepertinya banyak orang yang sudah mengerti akan arti dari stress itu. Nah sekarang setidaknya mari kita ulas kembali apa utu stress??
Baiklah,,  Stres dalam arti secara umum adalah perasaan tertekan, cemas dan tegang. 
Dalam bahasa sehari – hari stres di kenal sebagai stimulus atau respon yang 
menuntut individu untuk melakukan penyesuaian. Menurut Lazarus & Folkman 
(1986) stres adalah keadaan internal yang dapat diakibatkan oleh tuntutan fisik 
dari tubuh atau kondisi lingkungan dan sosial yang dinilai potensial 
membahayakan, tidak terkendali atau melebihi kemampuan individu untuk 
mengatasinya. Stres juga adalah suatu keadaan tertekan, baik secara fisik maupun 
psikologis ( Chapplin, 1999). Stres juga diterangkan sebagai suatu istilah yang 
digunakan dalam ilmu perilaku dan ilmu alam untuk mengindikasikan situasi atau 
kondisi fisik, biologis dan psikologis organisme yang memberikan tekanan kepada 
organisme itu sehingga ia berada diatas ambang batas kekuatan adaptifnya. 
(McGrath, dan Wedford dalam Arend dkk, 1997). 
 Menurut Lazarus & Folkman (1986) stres memiliki memiliki tiga bentuk yaitu: 
1. Stimulus, yaitu stres merupakan kondisi atau kejadian tertentu yang 
menimbulkan stres atau disebut juga dengan stressor. 
2. Respon, yaitu stres yang merupakan suatu respon atau reaksi individu yang 
muncul karena adanya situasi tertentu yang menimbulkan stres. Respon yang 
muncul dapat secara psikologis, seperti: jantung berdebar, gemetar, pusing, serta respon psikologis seperti: takut, cemas, sulit berkonsentrasi, dan mudah 
tersinggung. 
3. Proses, yaitu stres digambarkan sebagai suatu proses dimana individu secara 
aktif dapat mempengaruhi dampak stres melalui strategi tingkah laku, kognisi 
maupun afeksi. 
 Rice (2002) mengatakan bahwa stres adalah suatu kejadian atau stimulus 
lingkungan yang menyebabkan individu merasa tegang. Atkinson (2000) 
mengemukakan bahwa stres mengacu pada peristiwa yang dirasakan 
membahayakan kesejahteraan fisik dan psikologis seseorang. Situasi ini disebut 
sebagai penyebab stres dan reaksi individu terhadap situasi stres ini sebagai 
respon stres. 
 Berdasarkan berbagai penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa stres 
merupakan suatu keadaan yang menekan diri individu. Stres merupakan 
mekanisme yang kompleks dan menghasilkan respon yang saling terkait baik 
fisiologis, psikologis, maupun perilaku pada individu yang mengalaminya, 
dimana mekanisme tersebut bersifat individual yang sifatnya berbeda antara 
individu yang satu dengan individu yang lain.

Coping

Individu dari semua umur mengalami stres dan mencoba untuk mengatasinya. 
Karena ketegangan fisik dan emosional yang menyertai stres menimbulkan 
ketidaknyaman, seseorang menjadi termotivasi untuk melakukan sesuatu untuk 
mengurangi stres. Hal-hal yang dilakukan bagian dari coping (dalam Jusung, 
2006). 
 Menurut Colman (2001) coping adalah proses dimana seseorang mencoba 
untuk mengatur perbedaan yang diterima antara demands dan resources yang 
dinilai dalam suatu keadaan yang stressful. 
 Lazarus & Folkman (1986) mendefenisikan coping sebagai segala usaha untuk 
mengurangi stres, yang merupakan proses pengaturan atau tuntutan (eksternal 
maupun internal) yang dinilai sebagai beban yang melampaui kemampuan 
seseorang. Sarafino (2006) menambahkan bahwa coping adalah proses dimana 
individu melakukan usaha untuk mengatur (management) situasi yang 
dipersepsikan adanya kesenjangan antara usaha (demands) dan kemampuan 
(resources) yang dinilai sebagai penyebab munculnya situasi stres. 
 Menurut Sarafino (2006) usaha coping sangat bervariasi dan tidak selalu dapat 
membawa pada solusi dari suatu masalah yang menimbulkan situasi stres. 
Individu melakukan proses coping terhadap stres melalui proses transaksi dengan 
lingkungan, secara perilaku dan kognitif

Fungsi Coping
 Proses coping terhadap stres memiliki 2 fungsi utama yang terlihat dari
bagaimana gaya menghadapi stres, yaitu :
1. Emotional-Focused Coping
Coping ini bertujuan untuk melakukan kontrol terhadap respon emosional
terhadap situasi penyebab stres, baik dalam pendekatan secara behavioral
maupun kognitif. Lazarus dan Folkman (1986) mengemukakan bahwa
individu cenderung menggunakan Emotional-Focused Coping ketika individu
memiliki persepsi bahwa stresor yang ada tidak dapat diubah atau diatasi.
2. Problem-Focused Coping,
Coping ini bertujuan untuk mengurangi dampak dari situasi stres atau
memperbesar sumber daya dan usaha untuk menghadapi stres. Lazarus dan
Folkman (1986) mengemukakan bahwa individu cenderung menggunakan
Problem Focused Coping ketika individu memiliki persepsi bahwa stressor
yang ada dapat diubah

Metode Coping Stress 
 Lazarus & Folkman (1986) mengidentifikasikan berbagai jenis strategi coping,
baik secara problem-focused maupun emotion-focused, antara lain:
1. Planful problem solving yaitu usaha untuk mengubah situasi, dan
menggunakan usaha untuk memecahkan masalah.
2. Confrontive coping yaitu menggunakan usaha agresif untuk mengubah situasi,
mencari penyebabnya dan mengalami resiko.
3. Seeking social support yaitu menggunakan usaha untuk mencari sumber
dukungan informasi, dukungan sosial dan dukungan emosional.
4. Accepting responsibility yaitu mengakui adanya peran diri sendiri dalam
masalah
5. Distancing yaitu menggunakan usaha untuk melepaskan dirinya, perhatian
lebih kepada hal yang dapat menciptakan suatu pandangan positif.
6. Escape-avoidance yaitu melakukan tingkah laku untuk lepas atau
menghindari.
7. Self-control yaitu menggunakan usaha untuk mengatur tindakan dan perasaan
diri sendiri.
8. Positive reappraisal yaitu menggunakan usaha untuk menciptakan hal-hal
positif dengan memusatkan pada diri sendiri dan juga menyangkut religiusitas.

 Faktor – faktor yang mempengaruhi Coping 
 Menurut Smet (1994) faktor-faktor tersebut adalah:
1. Variabel dalam kondisi individu; mencakup umur, tahap perkembangan, jenis
kelamin, temperamen, faktor genetik, intelegensi, pendidikan, suku,
kebudayaan, status ekonomi dan kondisi fisik. Handayani (dalam Pamangsah,
2000), dalam skripsi kesarjanaannya menambahkan pula faktor-faktor yang
berperan dalam strategi menghadapi masalah, antara lain: konflik dan stres
serta jenis pekerjaan.
2. karakteristik kepribadian, mencakup introvert-ekstrovert, stabilitas emosi 
secara umum, kepribadian “ketabahan” (hardiness), locus of control, 
kekebalan dan ketahanan. 
3. Variabel sosial-kognitif, mencakup: dukungan sosial yang dirasakan, jaringan 
sosial, kontrol pribadi yang dirasakan. 
4. Hubungan dengan lingkungan sosial, dukungan sosial yang diterima, integrasi 
dalam jaringan sosial. 
5. Strategi coping, merupakan cara yang dilakukan individu dalam 
menyelesaikan masalah dan menyesuaikan diri dengan perubahan dalam 
situasi yang tidak menyenangkan. 

Sumber : http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/24670/4/Chapter%20II.pdf