Minggu, 11 Oktober 2015

#SIP Etika Menulis Artikel Online


Etika Menulis Artikel Online
“ 3 Aspek yang harus disadari dalam penulisan yaitu, unsur informasi, unsur edukasi/pendidikan, dan unsur hiburan “. (WS., Titik. 2003. Kode Etik/ Tanggung Jawab Penulis. Yogyakarta: Pink Books, PUSBUK, dan Taman Melati )
Penulis atau pengarang yang ingin berekspresi melalui tulisannya, tentu tidak begitu saja menulis dengan sekehendak hatinya. Ia memunyai gagasan atau pemikiran yang ingin disampaikan kepada orang lain. Tentu ia juga harus lebih dahulu berpikir apakah orang lain dapat begitu saja memahami apa yang disampaikannya dalam tulisan itu? Sebab apabila cara penyampaiannya salah atau keliru, pembaca tidak akan memahaminya. Bisa jadi salah tafsir. Mungkin saja akan ada pembaca yang protes, bahkan membantah pendapatnya.
Kritik, bantahan, bahkan kecaman pembaca sudah menjadi risiko seorang penulis. Namun sebaiknya, segala sesuatunya telah direnungkan dan diantisipasi sebelum menulis. Kritik yang positif dan memuji akan menyenangkan. Sebaliknya, kritik yang negatif dan bersifat membantah memang dapat membuat penulis putus asa. Semua ini dapat dihindari dengan persiapan sebelumnya. Penulis harus memiliki tanggung jawab terhadap tulisannya. Jika ia bermaksud menyampaikan pendapat, gagasan, pemikiran, dan perasaan, tentunya karena ia yakin bahwa semuanya itu akan bermanfaat bagi orang lain. Tulisan tentang masalah-masalah kesehatan dalam jurnal kedokteran, misalnya, pasti memiliki dasar-dasar yang kuat untuk dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Begitu juga tulisan bertema sosial, agama, teknologi modern, ekonomi, dan sebagainya. Si penulis harus menguasai materi yang disajikannya.
Beberapa tahun belakangan ini, untuk meningkatkan kualitas blog dan tulisan para blogger itu sendiri, ada beberapa aturan baik tertulis maupun tak tertulis. Yang tertulis, tentunya berkaitan dengan implikasi hukum dari sebuah tulisan yang dipublikasi melalui blog. Sejumlah aturan hukum menjadi 'alat pemaksa' bagi para pengguna internet agar lebih berhati-hati dalam menulis di blog mereka. Di Indonesia ada Undang-Undang ITE, Undang-Undang Pers, dan KUHP yang bisa menjerat penulis blog yang dianggap melanggar hukum. Tentunya apa yang telah disepakati oleh para Blogger pada kesempatan itu, tentunya akan membawa aura positif baru dalam dunia penulisan online di Indonesia.  


12 Butir Kesepakatan Etika Menulis Blog:  

1. Menghargai dan menjunjung tinggi perlindungan Hak Kekayaan Intelektual dengan menghindari plagiarisme, pembajakan, dan selalu mencantumkan sumber setiap kali mengutip karya orang lain.
2. Tidak mendiskreditkan pihak lain dan selalu berkomitmen untuk menulis secara proporsional.
3. Tidak menampilkan tulisan atau gambar yang mengandung unsur pornografi.
4. Selalu berbagi pengetahuan dan kebaikan melalui blog masing-masing.
5. Tidak berprasangka dan hanya menulis berdasarkan fakta yang diyakini bisa dibuktikan serta tetap dengan menjunjung tinggi etika kesopanan dalam menulis.
6. Tidak melakukan spamming melalui kolom komentar.
7. Tetap menjaga kesopanan dan rasa saling menghormati dalam memberikan komentar pada blog yang dikunjungi.
8. Tidak melakukan hack pada website atau blog lain.
9. Tidak menampilkan tulisan atau gambar yang mengandung unsur SARA.
10. Menggunakan bahasa yang baik dalam menulis.
11. Tetap menjunjung tinggi kebebasan berekspresi dalam menulis tetapi tidak melanggar hak-hak orang lain.
12. Bersedia meralat informasi yang telah ditulis dalam blog jika di kemudian hari terdapat kesalahan dalam memuat tulisan di blog.

Banyak blogger pemula, juga beberapa media online, menggunakan huruf kapital di judul postingnya. Entah apa maksudnya, yang jelas "mereka" mungkin belum membaca "aturan main" menulis di media online dan "etika internet" (netiket).

 

All Caps Means Shouting     

" Most people see all caps and “hear” the words as shouting. If all you’re trying to do is emphasize the text, you should use CSS to decorate the headline or add the emphasis. Some people don’t like being shouted at, and text emphasized with CSS appears more friendly "

Misalnya: SITI NURHALIZA RINDU INDONESIA
Sebaiknya: Siti Nurhaliza Rindu Indonesia

Contoh : BBC Indonesia hanya menuliskan huruf kapital di awal kalimat judul.



Bandingkan dengan situs MINA yang menampilkan judul-judul beritanya All Caps:



Selain penggunaan capslock, EYD juga harus diperhatikan. Ruang lingkup darinEYD mencakup 5 aspek, yaitu :
1.      Pemakaian huruf
2.      Penulisan huruf
3.      Penulisan kata
4.      Penulisan unsure serapan
5.      Penulisan tanda baca

Sumber :
_______. 1992, Pedoman Umum Ejaan Yang Disempurnakan. Jakarta: Balai Pustaka

Selasa, 13 Januari 2015

CONTROL DALAM MANAJEMEN

CONTROL DALAM MANAJEMEN
Pembahasan pertama dalam control  manajemen adalah mengenai definisi dari cortrol manajemen, disini ada beberapa pemaparan dari para Ahli diataranya adalah sebagai berikut :
ü  Menurut Hendri Fayol, Pengendalian suatu usaha terdiri dari melihat segala sesuatu yang sedang dilakukan sesuai dengan rencana yang telah diadopsi, perintah yang telah diberikan, dan prinsip-prinsip yang telah ditetapkan. Objek adalah untuk menunjukkan kesalahan agar mereka dapat diperbaiki dan dicegah berulang.
ü  Menurut Pelanggaran EFL, Pengendalian juga memeriksa kinerja saat ini terhadap yang telah ditentukan standar yang terdapat dalam rencana, dengan tujuan untuk memastikan kemajuan yang memadai dan kinerja yang memuaskan.
ü  Robert J. Mockler menyajikan definisi yang lebih komprehensif kontrol manajerial:  Kontrol manajemen dapat didefinisikan sebagai upaya sistematis oleh manajemen bisnis untuk membandingkan kinerja dengan standar yang telah ditentukan, rencana, atau tujuan untuk menentukan apakah kinerja ini sejalan dengan standar-standar ini dan mungkin untuk mengambil tindakan perbaikan yang diperlukan untuk melihat bahwa manusia dan sumber daya perusahaan lainnya yang digunakan dengan cara yang paling efektif dan efisien dalam mencapai tujuan perusahaan.
Lalu apa sajakah karakteristik control dalam manajemen itu?
v  Kontrol adalah proses yang berkesinambungan
v  Pengendalian adalah proses manajemen
v  Pengendalian juga tertanam dalam setiap tingkat hirarki organisasi
v  Pengendalian juga melihat ke depan
v  Pengendalian juga terkait erat dengan perencanaan
v  Kontrol adalah alat untuk mencapai kegiatan organisasi
v  Kontrol adalah proses akhir
Ulasan selanjutnya adalah mengenai tipe-tipe pengawasan dalam control manajeman yang meliputi 3 hal yaitu:
1.      Pengawasan pendahuluan(feedforward control)/steering controls, dirancang untuk mengantisipasi masalah-masalah atau penyimpangan-penyimpangan dari standar atau tujuan dan memungkinkan koreksi dibuat sebelum suatu tahap kegiatan tertentu diselesaikan.
2.      Pengawasan concurrent(concurrent control) yaitu pengawasan yang dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan kegiatan.
3.      Pengawasan umpan balik(feedback control)/past-action controls, mengukur hasil-hasil dari suatu kegiatan yang sudah diselesaikan.
Tahap-tahap dalam proses pengawasan control manajemen meliputi:
v  Penetapan standar  adalah suatu satuan pengukuran yang dapat  digunakan sebagai patokan untuk penilaian hasil-hasil.
            Tiga bentuk standar yang umum:
o   Standar-standar fisik.
o   Standar-standar monoter.
o   Standar-standar waktu.
v  Penentuan pengukuran pelaksanaan kegiatan adalah menentukan pengukuran pelaksanaan kegiatan secara tepat.
    Faktor-faktor Perlunya Pengawasan Dalam Organisasi
o   Perubahan lingkungan organisasi.
o   Peningkatan kompleksitas organisasi.
o   Kesalahan-kesalahan.
Ada juga tipe metode pengawasan dalam control manajemen
Metode Pengawasan Kuantitatif, cenderung untuk menggunakan data khusus dan metode-metode kuantitatif untuk mengukur dan memeriksa kuantitas dan kualitas barang (output). Metode kuantitatif terdiri dari:
*      Anggaran (budget)
*      Audit
*      Analisa break-even
*      Analisa rasio
*      Bagan dan teknik yang berhubungan dengan waktu pelaksanaan kegiatan
Metode Pengawasan Non-kuantitatif adalah metode pengawasan yang digunakan manajer dalam pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen. Pengawasan ini dilakukan secara menyeluruh (over all) “performence” organisasi. Dan sebagian besar mengawasi sikap dan performance karyawan. Teknik-teknik yang dilakukan antara lain:
*      Pengamatan
*      Inspeksi teratur dan langsung
*      Pelaporan lisan dan tertulis
*      Evaluasi pelaksanaan
*      Diskusi antara manajer dan bawahan tentang pelaksanaan suatu kegiatan
Sumber : sem96.files.wordpress.com/2012/05/manajemen-kontrol2.pptx